Sabtu, September 11, 2010

IDUL FITRI MUBAROK

 Seandainya saja setiap bulan dalam setahun adalah bulan ramadhan, namun ketika kumandang takbir di kumandangkan  tak terasa bulan ramadhan telah meninggalkan kita, Setelah sebulan penuh berpuasa, alhamdulillah akhirnya tiba saatnya untuk meraih kemenangan. Allahu akbar..allahu akbar.. allahu akbar.. lailahaillallahu wallahu akbar..Allahu akbar walillah hilkham...., kumandang takbir itu membuat kami haru. indahnya islam indahnya kebersamaan.., bersama keluarga berbondong-bondong menuju masjid untuk sholat ied. saling bermaaf-maafan suasana keceriaan menyelimuti hati umat islam sedunia. saya belajar beberapa hal mengenai hari raya ini. ketika saya merenungi.. betapa idul fitri begitu bermakna. tradisi mudik pada hari raya seolah tak memperdulikan jauhnya jarak yang harus ditempuh perjalanan pemudik untuk berkumpul bersama keluarga pada hari raya.
saya belajar memahami momen tersebut salah satunya pada ibunda tercinta. pernah saya bertanya kepada beliau " kenapa pada saat lebaran cenderung memakai baju baru atau serba baru"?, kemudian beliau menjawab " sebenarnya itu adalah tradisi masyarakat kita saja bukan merupakan suatu kewajiban, fitri adalah kembali bersih/ fitrah. pada hari itulah seorang yg bertaqwa pada tuhannya dengan menunaikan puasa ramadhan akan di ampuni dosanya seperti bayi yang baru lahir di hari kemenangan. idul fitri yang terpenting pada bukan baju yang baru namun hati yang baru. kemudian beliau mengajakku untuk membagikan baju pada orang-orang yg membutuhkan.... betapa kita harus bersyukur?, alangkah baiknya kita berbagi pada sesama yang lebih membutuhkan....saya hanya dapat berucap terimakasih pada bunda yang telah mengajarkanku untk berbagi. sejak kecil sampai usia segede ini, mungkin klo dah nikah beda lagi kali ye heheh  masih saja mendapat salam tempel dari ayah dan bunda hehehe, tp dengan syarat tentunya misalnya menghatamkan alquran pada bulan ramadhan, tarawih, sholat sunah maka meraka akan memberiku poin plus-plus ketika lebaran nanti. tujuannya agar lebih termotivasi.. tp ada pelajar di balik poin plus-plus itu yaitu poin plus-plus adalah hanya berupa penghargaan bagi kami dari mereka yang intinya poin plus-plus ini belum ada artinya..mereka memotivasi "raihlah poin plus-plus dari Allah yang lebih besar dengan banyak beribadah semata-mata karena Allah bukan poin plus-plus dari mereka" :-). selalu ketika aku akan kembali menuju ladang ilmu dan jauh dari ayah bunda, beliau selalu berpesan dengan kata-kata bijak beliau.. aku masih mengingatnya " ingat tujuan dari rumah, menuntut ilmu adalah jihad melawan kebodohan, jangan merasa lemah jangan bersedih, kami akan selalu berdoa untuk mu nduk"


0 komentar:

Poskan Komentar